Sejarah Terdahulu Akar Judi Online Terlengkap !

Sejarah Terdahulu Akar Judi Online Terlengkap, tolong disimak sedari awal karena ibaratnya kamu main tanpa tahu lengkap asal muasalnya. 

Sejarah Judi Online

Sebagai seorang bettor penting bagi Anda untuk selalu memperkaya wawasan tentang segala hal yang berkaitan dengan judi online. 

Pada mulanya judi hanya bisa dimainkan di rumah casino ataupun bandar judi darat. 

Hingga akhirnya perkembangan teknologi semakin membuat laju pertumbuhan perjudian semakin pesat. 

Seperti yang Anda rasakan, saat ini sudah banyak bandar judi online yang muncul ke permukaan. 

Setiap Agen atau Bandar Judi Online memiliki kebijakan dan penawaran promo - promo menarik masing - masing. 

Para Agen Judi Online tersebut terus berlomba untuk mendatangkan pemain dari seluruh lapisan masyarakat dunia. 

Sehingga tidak heran jika banyak Bandar Judi Online yang memberikan tawaran berupa taruhan yang ringan, namun dengan untung yang melimpah. 

Perbedaannya dengan pengepul darat, permainan Judi Online bisa Anda akses dengan mudah dan instan. 

Anda bisa melakukan betting dimana saja dan kapan saja sejauh ada koneksi internet untuk mengaksesnya. 

Tahukah Anda awal mula hadirnya permainan judi online ? Melalui artikel ini kami akan meperluas wawasan Anda tentang sejarah berkembangnya judi online hingga akhirnya tumbuh besar dan tersebar seperti dewasa ini.

Secara garis besar, munculnya bandar atau agen judi online bermula dari adanya larangan atas legalitas judi di negara tersebut. 

Banyak bandar judi darat yang tutup karena dianggap illegal dan menyalahi aturan pemerintah setempat. 

Hingga akhirnya mantan agen judi darat tersebut membuat trobosan baru tentang permainan judi yang bisa diakses tanpa harus mendatangi atau bermain langsung di rumah judi. 

Ternyata terobosan ini mendapat simpati yang besar dari para penggemar judi. Dengan sistem komputerisasi yang terjaga rapi, para bettors dan bandar bisa saling melakukan perjudian tanpa ada rasa cemas mengenai larangan dan legalitas. 

Terobosan akan hadirnya agen-agen judi online dimulai dari tahun 1990an. Pada periode tersebut, internet dan website professional mulai hadir dan diperkenalkan pada publik.

Pada mulanya hanya ada sedikit agen judi online yang bisa diakses oleh para penggemar betting. 

Di tahun 1996, hanya ada terdapat 15 situs online yang memiliki lisensi. Tidak sampai satu tahun, keberadaan agen judi online terus meningkat pesat. 

Teracatat pada tahun 1997, agen judi online mengalami perkembangan pesat dengan jumlah 200. 

Dengan perkembangan yang pesat ini, tidak ayal jika jumlah bettors terus datang bermunculan. 

Para bettors tetap merasa aman dan nyaman walaupun harus menjalankan betting melalui jaringan online. 

Semua situs yang tercatat telah melalui sistem komputerisasi yang aman, adil, dan transparan.

Kini perkembangan teknologi terus maju menuju arah yang lebih baik. Hadirnya agen-agen judi online baru juga diimbangi dengan kualitas dan kapasitas yang mumpuni. 

Para agen judi online tidak berani untuk bermain curang atau licik, karena aktivitas mereka telah diawasi secara ketat oleh undang-undang tentang perjudian. 

Ketika agen judi online terus berkembang, disini kesempatan Anda untuk mampu melihat peluang dan keuntungan semaksimal mungkin. 

Pilihlah agen judi online yang paling terpercaya dengan segala lisensi dan undang-undang yang menaunginya. Jadilah bettor yang bijak, maka Anda akan sukses bersamanya.

Dan ada beberapa jenis sejarah permainan judi yang selama ini mungkin anda belum mengetahuinya. 

Apa saja jenis permainan Judi di masa lalu sampai dengan saat ini mari kita simak artikel dibawah ini. 

1. Sejarah Judi Primitif; 

Para penjudi primitif ini adalah para dukun dari jaman kuno yang biasanya membuat ramalan ke masa depan dengan menggunakan media batu, tongkat maupun tulang hewan yang dilemparkan ke udara dan jatuh ditanah atau yang dilemparkan kedalam sebuah wadah seperti mangkok. 

Para penjudi primitif ini atau sebutannya Dukun dimasa itu sangat disegani oleh kelompoknya karena mereka menganggap para dukun ini adalah titisan Dewa karena bisa mengetahui masa depan.

2. Sejarah Judi Dadu;

Pada jaman Romawi kuno permainan dadu menjadi sangat populer. Para Raja seperti Nero dan Claudine menganggap permainan dadu sebagai bagian penting dalam acara kerajaan. 

Namun permainan dadu menghilang bersamaan dengan keruntuhan kerajaan Romawi, dan baru ditemukan kembali beberapa abad kemudian di sebuah Benteng Arab bernama Hazart, semasa perang salib.

Setelah dadu diperkenalkan lagi di Eropa sekitar tahun 1100an oleh para bekas serdadu perang salib, permainan dadu mulai merebak lagi. 

Banyak kerabat kerajaan dari Inggris dan Perancis yang kalah bermain judi ditempat yang disebut Hazard (mungkin diambil dari nama tempat dimana dadu tersebut diketemukan kembali). 

Sampai abad ke 18, Hazard masih tetap populer bagi para raja dan pelancong dalam berjudi.

3. Sejarah Judi Kartu;

Pada abad ke 14, permainan kartu juga mulai memasuki Eropa, dibawa oleh para pelancong yang datang dari Cina. 

Kartu pertama yang dibuat di Eropa dibuat di Italia dan berisi 78 gambar hasil lukisan yang sangat indah. Pada abad 15, Perancis mengurangi jumlah kartu menjadi 56 dan mulai memproduksi kartu untuk seluruh Eropa. 

Pada masa ini Ratu Inggris, Elizabeth I sudah memperkenalkan lotere guna meningkatkan pendapatan negara untuk memperbaiki pelabuhan-pelabuhan.

Di Indonesia permainan judi sudah ada sejak jaman dulu, dalam cerita Mahabarata dapat diketahui bahwa Pandawa menjadi kehilangan kerajaan dan dibuang ke hutan selama 13 tahun karena kalah dalam permainan judi melawan Kurawa. 

Sabung Ayam merupakan bentuk permainan judi tradisional dan banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia. 

Ketika VOC bercokol, untuk memperoleh penghasilan pajak yang tinggi dari pengelola rumah-rumah judi tersebut, maka pemerintah VOC memberi izin pada para Kapitan Tionghoa untuk membuka rumah judi sejak 1620. Rumah judi itu bisa berada di dalam ataupun di luar benteng Kota Batavia.

Sejak masa Souw Beng Kong, Kapitan Tionghoa pertama di Batavia, rumah judi resmi telah berdiri. 

Souw Beng Kong tak hanya mengurus tempat judi tapi juga pembuatan koin dan rumah timbang untuk barang-barang orang Tionghoa. 

Ia juga diberi hak menarik cukai sebesar 20 persen dari pajak judi yang dikenakan VOC kepada para pemilik rumah judi.

Judi kartu dan dadu, atau disebut juga po, cukup beken di kalangan penggemar judi di Batavia. 

Masyarakat Tionghoa pada masa itu pun juga sudah memperkenalkan judi capjiki. 

Permainan lotere ala Eropa atau Belanda baru masuk Hindia Belanda pada pertengahan abad ke-19.

4. Sejarah Judi Lotere;

Judi dalam bentuk lotre sudah ada sejak tahun 1960-an yang zaman itu lebih dikenal dengan nama lotre buntut. 

Pada masa itu, di Bandung ada lotre yang disebut Toto Raga sebagai upaya pengumpulan dana mengikuti pacuan kuda. 

Sedangkan di Jakarta semasa Gubernur Ali Sadikin muncul undian lotre yang diberi nama Toto dan Nalo (Nasional Lotre).

Tahun 1965, Presiden Soekarno mengeluarkan Keppres No 113 Tahun 1965 yang menyatakan lotre buntut merusak moral bangsa dan masuk dalam kategori subversi. 

Memasuki Orde Baru, lotre ini terus berkembang. Tahun 1968, Pemda Surabaya mengeluarkan Lotto (Lotre Totalisator) PON Surya yang tidak ada kaitannya dengan penyelenggaraan olahraga, hanya berdasarkan undian. 

Tujuannya menghimpun dana bagi PON VII yang akan diselenggarakan di Surabaya tahun 1969.

Pada tahun 1974, Toto KONI dihapus. Pemerintah melalui Menteri Sosial Mintaredja (saat itu) mulai memikirkan sebuah gagasan untuk menyelenggarakan forecast sebagai bentuk undian tanpa menimbulkan ekses judi. 

Setelah studi banding selama dua tahun, Depsos berkesimpulan, penyelenggaraan forecast Inggris dilaksanakan dengan bentuk sederhana dan tidak menimbulkan ekses judi. 

Selain itu, perbandingan yang diperoleh penyelenggara tebakan, pemerintah, dan hadiah bagi si penebak 40-40-20.

Tahun 1976, setelah meminta penilaian lagi dari Kejaksaan Agung, Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin) dan Departemen Dalam Negeri, rencana Depsos untuk menyelenggarakan forecast tidak mendapat tantangan dan merencanakan pembagian hasil 50-30-20. 

Rencana itu belum bisa terlaksana, karena Presiden Soeharto bersikap hati-hati dan meminta untuk dipelajari lebih dalam lagi.

Dibutuhkan waktu sekitar tujuh tahun untuk melaksanakan undian forecast ini.

Tanggal 28 Desember 1985, Kupon Berhadiah Porkas Sepak Bola diresmikan, diedarkan, dan dijual. 

Porkas dimaksudkan menghimpun dana masyarakat untuk menunjang pembinaan dan pengembangan prestasi olahraga Indonesia. 

Porkas lahir berdasarkan UU No 22 Tahun 1954 tentang Undian, yang antara lain bertujuan agar undian yang menghasilkan hadiah tidak menimbulkan berbagai keburukan sosial.

Berbeda dari Toto KONI, Porkas tidak ada tebakan angka, melainkan penebakan M-S-K atau menang, seri, dan kalah. 

Perbedaan lain, kalau Toto KONI beredar sampai ke pelosok daerah, maka Porkas beredar hanya sampai tingkat kabupaten dan anak-anak di bawah usia 17 tahun dilarang menjual, mengedarkan, serta membelinya.

Kupon Porkas ini terdiri atas 14 kolom dan diundi seminggu sekali, setelah 14 grup sepak bola melakukan 14 kali pertandingan. 

Jadwal pertandingan ditentukan oleh PSSI dari jadwal di dalam dan luar negeri. Setiap pemegang kupon yang tahun 1985 senilai Rp 300 menebak mana yang menang (M), seri (S), dan kalah (K). 

Penebak jitu 14 kesebelasan mendapat hadiah Rp 100 juta. Pada tanggal 11 Januari 1986, penarikan pertama Porkas dilakukan. 

Sampai dengan akhir Februari tahun yang sama, dana bersih yang dikumpulkan dari penyelenggaraan Porkas ini mencapai Rp 1 miliar. 

Pertengahan tahun 1986, pengedaran Porkas dilakukan melalui sistem loket. Para distributor, agen, subagen yang terbukti melakukan penyimpangan dipecat oleh Yayasan Dana Bhakti Kesejahteraan Sosial (YDBKS), sebuah yayasan yang juga mengelola Undian Tanda Sumbangan Berhadiah.

Bulan Oktober 1986, dana Porkas yang terkumpul sudah mencapai Rp 11 miliar, dari target Rp 13 miliar yang ditetapkan hingga akhir tahun. 

Dari jumlah ini, KONI Pusat mendapat Rp 1,5 miliar, KONI daerah Rp 4,5 miliar, PSSI Pusat Rp 1,4 miliar, Kantor Menpora Rp 250 juta, Asian Games X Seoul Rp 250 juta, administrasi antara Rp 8,5 miliar dan Rp 9 miliar, dan Rp 4 miliar didepositokan sebagai “dana abadi”.

Akhir tahun 1987, Porkas berubah nama menjadi Kupon Sumbangan Olahraga Berhadiah (KSOB) dan bersifat lebih realistis. 

Dalam SOB ada dua macam kupon, kupon berisi tebakan sepak bola. Kali ini yang ditebak pada kupon tidak lagi menang-seri-kalah seperti pada Porkas, tetapi juga skor pertandingan, bahkan skor babak pertama dan babak kedua. 

Kupon SOB kedua berisi tebakan sepak bola dan tebakan huruf. Dalam kurun waktu Januari-Desember 1987, SOB menyedot dana masyarakat Rp 221,2 miliar.

Pertengahan tahun 1988, Fraksi Karya Pembangunan dan Fraksi Persatuan Pembangunan menyatakan, SOB dan TSSB (Tanda Sumbangan Sosial Berhadiah) menimbulkan akibat negatif. 

Yakni, tersedotnya dana masyarakat pedesaan dan akan memengaruhi kehidupan perekonomian daerah.

Pertengahan bulan Juli 1988, Mensos Dr Haryati Soebadio dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR menegaskan, kupon KSOB dan TSSB tahun 1988 diperkirakan menyedot Rp 962,4 miliar dana masyarakat. 

Artinya, meningkat empat kali dibandingkan dengan hasil penjualan tahun 1987. Tanggal 1 Januari 1989, SOB dan TSSB dihentikan dan diganti permainan baru bernama Sumbangan Dermawan Sosial Berhadiah (SDSB). 

Tujuan SDSB, menyumbang dengan beriktikad baik dan terbagi atas dua macam kupon; Kupon A seharga Rp 5.000 dengan hadiah Rp 1 miliar, dan Kupon B seharga Rp 1.000 dengan hadiah Rp 3,6 juta. 

Kedua kupon ini ditarik seminggu sekali dengan jumlah yang diedarkan 30 juta lembar (Kupon A sebanyak 1 juta lembar dan Kupon B sebanyak 29 juta lembar).

Pajak penghasilan lotre-lotre tersebut yang harus dibayar berturut-turut tahun 1986 Rp 2 miliar, tahun 1987 Rp 3 miliar, tahun 1988 Rp 4 miliar, dan tahun-tahun berikutnya Rp 8 miliar. 

Pada tahun 1991, berdasarkan kesepakatan dengan Dirjen Pajak, pelaksana/ pengelola harus membayar pajak pertambahan nilai (PPN) Rp 13,4 miliar, pajak hadiah undian dan PPh Rp 12 miliar, sehingga total pajak yang harus dibayarkan adalah Rp 25,4 miliar.

Pada tanggal 25 November 1993, pemerintah mencabut dan membatalkan pemberian izin untuk pemberlakuan SDSB tahun 1994. 

Lotre SDSB di Indonesia berakhir setelah sebelumnya didahului berbagai demonstrasi mahasiswa anti-SDSB.

Setelah itu, Dana Masyarakat untuk Olahraga (Damura), namun ditunda hingga semua persoalan yang menyangkut penggalangan dana masyarakat itu sudah jelas. 

Selain itu, penundaan dilakukan untuk menunggu keputusan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan DPR.

Konsep Penjualan Judi Tempo Dulu

Ada tiga hal perlu diklarifikasi sebelum meluncurkan Damura. Pertama, konsep penjualan Damura termasuk judi atau tidak. 

Kedua, target penjualan kalangan menengah ke atas saja. Ketiga, porsi untuk olahraga yang hanya 6,5 persen harus diperbesar.

Kontroversi Damura berlalu, menyusul dibatalkan beroperasi. Semoga kontroversi Damura ini dirasakan sebagai pelajaran berharga. 

Perlu disadari, pembinaan olahraga bukanlah semata-mata masalah uang, melainkan lebih dari itu adalah dedikasi. 

Seperti yang menjadi Tap MPR: olahraga adalah upaya pemberdayaan individu yang akhirnya bermuara pada pemberdayaan bangsa.

Setelah itu muncul kupon asuransi kematian. Menteri Sosial (Mensos) H Bachtiar Chamsyah menilai kupon asuransi kematian pada 1 Agustus 2003 yang akan diterbitkan Departemen Sosial (Depsos). 

Namun bukan bentuk judi, seperti pada Sumbangan Dermawan Sosial Berhadiah (SDSB). Jaman Now menyebutnya Taruhan Terselubung.  

Kupon asuransi jiwa yang akan dijual dengan harga Rp3.000 per saham berlaku selama satu minggu, jadi jika pembeli meninggal selama seminggu, maka kupon itu akan valid. Jadi dapatkan Rp 7,5 juta, tetapi gagal.

Menteri mengeluarkan dekrit No. 673 / HUK-UND / 2003. Izin dari Departemen Sosial adalah lisensi lotre gratis untuk penonton acara olahraga dan penegakan sejak 1 Februari 2004.

Masalah judi selalu menyebabkan pendapat kedua. Sebelum judi tidak konsisten dengan ajaran agama, itu ilegal.

Tanpa tawar-menawar Tetapi di sisi lain, dinyatakan bahwa setiap orang harus dikoreksi secara realistis.

Jika judi tidak diterjemahkan ke dalam bahasa lokal, hanya mereka yang memiliki senjata dan modal tidak akan meremehkan mereka yang akan mendapat manfaat dari miliaran Rupiah dari peredaran uang di meja judi.

Mantan gubernur DKI Jakarta (1966–1977) Ali Sadikin adalah orang yang rasional dalam "sejarah" perjudian di Jakarta, yang berjudi hukum dan memanfaatkan perjudian untuk menciptakan DKI Jakarta.

Dalam buku hariannya yang ditulis oleh Ramadhan KH, tersirat bahwa makna hutan judi tidak akan hancur.

Jika judi di hutan tidak terbatas, hanya pemain bersenjata yang akan menikmati uang ilegal yang telah menjadi favorit.

Karena alasan ini, Bang Ali memberlakukan dasar hukum melalui undang-undang No. 11 tahun 1957, yang memungkinkan pemerintah daerah untuk memungut pajak dari lisensi perjudian.

Kemudian, dari perjudian yang sah, Jakarta mampu tampil sebagai ibukota negara yang lebih indah.

Bukan hanya jalanan Jakarta, yang merangkak ke kota-kota besar yang licin. Berbagai fasilitas pendidikan ke stadion dapat dibuat dari uang pajak perjudian.

Kas daerah saat itu telah menerima pajak perjudian sebesar 20.000 juta rupiah, tidak hanya di Jakarta yang menyebabkan perjudian seperti orang gila.

Namun bertambah tebal dan sama dengan dukungan rakyat dan dunia preman yang menyebar ke pelosok negeri ini

Ketika Soeharto menerima kebenaran penuh sebagai presiden Namun mulai mencoba meluncurkan jenis permainan judi yang telah dilatih untuk mencari dana pelatihan olahraga.

Ini dilakukan melalui Menteri Kesejahteraan Sosial, yang memberikan penghargaan untuk Sepak Bola Porkas. 

Porkas, kupon untuk sumbangan untuk olahraga (KSOB), diikuti oleh tanda-tanda sumbangan sosial (TSSB).

Intinya, semua ini adalah perjudian. Tapi siapa yang berani saat itu? Pemerintahan KH Abdurrahman Wahid jelas tidak dapat membebaskan Jakarta, khususnya Indonesia - dari kegiatan perjudian yang melarang semua agama.

Gasser suatu kali meminta polisi untuk menangkap seorang taruhan di sebuah kapal pesiar. Dia juga menyebut tempat perjudian Pulau Anyer ditutup.

5. Taruhan bola bergulir;

Dalam perjudian internet selama ini, menjadi online adalah perjudian yang dapat kita lakukan online di mana saja, selama kita memiliki koneksi internet.

Ada banyak jenis perjudian dan salah satunya bertaruh pada bola bergulir atau dalam masyarakat Bali disebut bola adil.

Metode memainkan bola bergulir ini sangat istimewa, yaitu, kami akan memutuskan berapa banyak bola akan berhenti, tidak peduli betapa mudahnya itu.

Demikianlah bahasan mengenai asal mula permainan judi ini ada dari mulai Zaman Old sampai dengan saat ini, 

Pada Jaman Now yang serba canggih seperti sekarang ini bermain Judi sangatlah mudah, Bisa anda akses dari manapun dan kapanpun.

Komentar